Inovasi ini lahir dari keprihatinan atas rendahnya dukungan keluarga terhadap Penerima Manfaat (PM). Kunjungan yang minim (kurang dari 10 orang/bulan) membuat PM merasa diabaikan, kehilangan semangat, dan proses rehabilitasi menjadi lambat. Fokus panti yang hanya pada PM, tanpa melibatkan keluarga, menjadi kendala utama.
"Kadung Trisno" membalikkan keadaan dengan menempatkan keluarga sebagai pusat pemulihan. Melalui forum komunikasi, grup WhatsApp, dan kolaborasi dengan aparat desa, kami membangun jembatan antara panti, keluarga, dan lingkungan untuk menciptakan ekosistem pendukung yang solid.
Mengadakan pertemuan rutin untuk edukasi, berbagi pengalaman, dan menyusun rencana dukungan bersama.
Sebagai sarana komunikasi instan, berbagi perkembangan PM, dan terapi kelompok antar keluarga.
Bekerja sama dengan aparat desa, puskesmas, dan pihak terkait untuk memastikan dukungan yang holistik.
| Tahun | Rata-Rata Kunjungan / Bulan (Sebelum Inovasi) | Rata-Rata Kunjungan / Bulan (Sesudah Inovasi) |
|---|---|---|
| 2021 | < 10 Orang | > 10 Orang (pasca Juli) |
| 2022 | - | ~18 Orang |
Inovasi ini membuktikan bahwa kepedulian adalah kunci.
Mari bersama ciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung bagi para penyandang disabilitas.